Selasa, 12 Juli 2011

Fatwa Haram BBM Bersubsidi ?

                Seolah tidak ada habisnya negeri ini dirundung masalah yang bertubi-tubi. Mungkin ini tanda bahwa Tuhan masih menyayangi bangsa dan negeri ini. Isu korupsi yang semakin buka-bukaan, TKI dan terakhir mafia pemilu yang sudah melibatkan banyak pihak sudah mulai membuat ramai topik perbicangan di keseharian kita. Tidak cukup dengan isu-isu yang sudah disebutkan tadi, MUI dan pemerintah digadang-gadang sedang mewacanakan untuk mengeluarkan Fatwa haram terkait kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah tentang BBM bersubsidi yang hanya untuk kalangan tidak “mampu”.

                Upaya-upaya semacam ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan kemudian disusul MUI mengeluarkan Fatwa sepertinya tidak mempan. Sebagai contoh, kebijakan pemerintah terkait larangan merokok, kemudian disusul oleh MUI dengan Fatwa Haram Rokok-nya, hasilnya sampai mana?. Nihil. Yang ada manuver-manuver seperti itu hanya membuat posisi ulama yang ada di MUI semakin melemah karena sudah mengeluarkan fatwa yang sudah kontraproduktif. Kalau sudah begini siapa yang menjadi bersalah dan siapa yang disalahkan. Kembali evaluasi diri kita masing-masing.
                Yang disayangkan dari sikap pemerintah selama ini, dilihat belum terlalu maksimal dengan apa yang mereka bisa dan power yang mereka miliki. Seharusnya dengan sudah mengeluarkan suatu kebijakan, harusnya disusul dengan peraturan-peraturan yang mengatur tentang punishment akan terlanggarnya kebijakan tersebut. Kemudian, yang paling utama adalah jangan berhenti pada kebijakan dan peraturan-peraturan, perlu adanya keberanian dan kerja keras yang optimal untuk menerapkan kebijakan yang sudah ditetapkan. Tidak lalu menyerah lalu kemudian diserahkan kepada MUI untuk sesegera mungkin mengeluarkan fatwa akan kebijakan yang tidak mempan pelaksanaanya. Semoga ulama kita tetap dihargai kedepannya dan umat ini juga mempunyai sense of belonging akan adanya MUI.
Sabtu, 02 Juli 2011
Ahmad Mujahid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar