Selasa, 05 Juli 2011

Kekerasan Terhadap TKI dan Pemerintah yang Bersifat Defensif

Baru baru ini Indonesia digegerkan menyusul berita eksekusi yang di alami oleh Ruyati Binti Sabupi, seorang TKI yang bekerja di negara Arab Saudi.  Peristiwa tersebut diawali kekita Ruyati sudah tidak tahan lagi disiksa oleh majikannya, sehingga ia membunuh majikannya.  Menurut hukum yang berlaku di  Arab Saudi, bahwa nyawa harus dibalas dengan nyawa, hingga akhirnya hidup Ruyati berujung di tebasan pedang algojo.
Perlu dipahami, pembunuhan yang di lakukan Ruyati tersebut tidak dapat di salahkan sepenuhnya kepadanya yang berujung pada kematiannya sendiri.  Kurangnya perlingdungan terhadap para TKI menyebabkan beberapa TKI justru berikir untuk melawan terhadap tindakan yang diterimanya.  Hal ini bertambah ironis setelah pidato yang disampaikan Presiden SBY dalam sidang International Labour Organization (ILO) ke 100 di Swiss. Dalam pidatonya, beliau memparkan mengenai program RI terhadap nasib TKI di luar negeri,hingga pidato tersebut disambut standing applause .


Namun tak terhitung bulan, pidato tersebut luruh bagaikan tinta yang dihujam air hujan.  Berita Ruyati telah membuktikan bahwa pidato hanyalah pidato, pemerintah belum ‘bergerak’.  Pemerintah sebelumnya hanya memikirkan fee yang diperoleh dari mempekerjakan tenaga migran di luar negeri.  Bulan September 2010 bahkan TKI menyumbangkan devisa untuk negeri sebesar 2,866 US Dollar tapi perlingan terhadap TKI sangat minim.

Setelah kejadian yang mengegerkan ini, pemerintah justru melontarkan kata-kata, “kejadian ini akan kami jadikan pelajaran untuk kedepannya”.  Pertanyaannya, apakah sebelumnya pemerintah  belum mencoba mempelajari nasib TKI kita? Apakah baru setelah kejadian ini pemerintah baru mau ‘bergerak’? atau justru malah tinggal termenung lagi dan seolah-olah bersifat devensif dengan pidato-pidato yang disampaikan dalam rangka perbaikan mutu perlindungan TKI?

Sudah tidak pantas lagi bagi pemerintah untuk berleha-leha diatas problema yang ditimpa oleh TKI di luar negeri.  Pemerintah pantasnya bersifat defensif bukan untuk dirinya sendiri, melainkan dengan saudara-saudara kita yang ada diluar negeri sana. Tindakan negara tetangga seperti Filifina yang justru presidennya sendiri yang langsung turun tangan mencegat pemerintah Arab Saudi ketika salah seorang TKInya akan dihukum pancung.  Saatnya pemerintah bersifat realistis dengan apa yang mereka telah paparkan.

oleh Ahmad Ridha, Biologi 2010, IKM Aktif 2010

6 komentar:

  1. pahlawan devisa kini dilupakan,
    pahlawan nasional pun kini dilupakan pula,
    kini telah ter-gantikan oleh 'pahlawan-pahlawan pertelevisian'[baca:artis] yang mana kita belum tahu moral dan budi pekerti-nya.

    mari kita uji, Bisakah kita menyebutkan 25 nama pahlawan? Bisakah kita menyebutkan 25 nama artis?

    ayo hargai pahlawan,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum wr,wb KI saya ingin mengucapkan banyak2 terima kasih kepada KI WARSO atas nomor togelnya yang kemarin KI berikan yaitu “2578? alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus KI dan berkat bantuan KI WARSO saya bisa melunasi semua hutan2 orang tua saya yang ada di BANK BRI dan bukan hanya itu KI alhamdulillah sekarang saya sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari2. itu semua berkat bantuan KI WARSO sekali lagi makasih banyak yah KI… yang ingin merubah nasib seperti saya hubungi KI WARSO Di.NmoR 0852~1838~1275.ATAU KLIK TOGEL JITU DISINI

      Hapus
  2. Intinya sih bener, bahwa pemerintah harus peduli dan melindungi TKI secara CERDAS. tapi beritanya jngn cuma satu sisi donk. apa anda benar2 yakinyg salah majikannya di Arab sono???? apa anda punya bukti yg konkrit???? ntar kaya kasus darsem lg!!!

    BalasHapus
  3. Tulisan ini kurang lebihnya berisi "teguran" kepada pemerintah agar lebih bisa mengambil tindakan yang tegas...

    BalasHapus
  4. justru yg penting itu bertindak cerdas, bukan bertindak tegas. terkadang aparat pemerintah bertindak tegas terhadap suatu masalah, namun malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu

    BalasHapus
  5. Peran pemerintah sangat dibutuhkan, konsulat yang menjadi perwakilan diluar negeri tempat TKI bekerja itu merupakan tugasnya. Indonesia bukan Negara rendah yang rakyatnya dengan mudah diinjak-injak. Ini bukan hanya masalh personal antara pekerja dengan pimpinan atau majikannya, tetapi tentang harga diri bangsa yang sedang diinjak-injak.

    BalasHapus