Senin, 18 Juli 2011

Perangi Korupsi


Korupsi sepertinya masih belum mau menjau dari negeri kita, begitu banyak kasus korupsi yang melanda negeri ini, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga telah menjalar di tingkat daerah sementara kemiskinan masih menghinggapi banyak warga kita. Akhir-akhir ini negeri kitadihebohkan dengan  kasus korupsi wisma atlet SEA games yang melibatkan sekretaris Kemenpora, Wafid Muharram. Kasus ini begitu menghebohkan karena kasus ini menyeret mantan bendahara umum partai demokrat, M. Nazaruddin, dan kini dia dia kabur ke Singapura dengan alas an berobat serta berjanji akan kembali ke Indonesia 2-3 minggu ke depan.

Menurut saya, kasus ini menunjukkan bahwa janji pemerintah untuk memberantas korupsi masih hanya sebatas retorika indah yang kita sendiri tidak tahu kapan akan menjadi nyata. Secara khusus juga ini menunjukkan janji yang di ingkari dari presiden SBY yang menyatakan akan berdiri terdepan menghunuskan pedang untuk berperang melawan korupsi. Ironisnya, korupsi itu dilakukan oleh kader partainya sendiri, partai demokrat, dan diduga melibatkan para elit partai. Selain itu, ini juga membuat kita, bangsa Indonesia, semakin merindukan sosok pemimpin yang membawa negeri kita bebas dari korupsi dan membebaskan negeri ini dari kemiskinan. Menurut saya ini sebuah  ironi ketika  sekitar 30 juta penduduk kita hidup dibawah garis kemiskinan tetapi para elit kita sibuk memperkaya diri sendiri. Menurut data, Corruption Perception Index RI masih baru 2,8 . itu setara dengan Irak yang masih didera konflik.
Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan ketegasan penegakan hukum karena saat ini hukum kita terkesan tebang pilih apalagi kasus ini melibatkan partai berkuasa sehingga penegak hukum terkesan lebih lunak. Kita juga perlu pemimpin yang tegas dan lugas bertindak melawan kasu korupsi tersebut. Selain itu, diperlukan peran masyarakat untuk memerangi korupsi, utamanya kita sebagai mahasiswa, yang merupakan agent of change karena pada kita lah bangsa ini berharap. HIDUP MAHASISWA !

Abdul Basith Fithroni, Farmasi 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar